Rapikan, Rapikan.




Penampakan meja bermain.  Sebagai tukang bikin-bikin pernak-pernik idealis, mau tak mau banyak senjata rahasia di situ.  Meja saya nggak bisa seratus persen kosong! Ada stiker, stiker pembatas, 
sisir (?), bolpen-bolpen juga. 

Koleksi cat kuku juga nemplok di situ.  Kacau ya. Tapi segini udah termasuk rapi, 
karena sebelumnya lebih gak keruan. 



Nah ini pensil-pensil yang secara tak sengaja populasinya membengkak.  Ada pensil hadiah, oleh-oleh, beli sendiri, dan yang dari dulu zaman SD udah di rumah nggak pernah disentuh.  Sekarang saya lagi bertekad menggunakan pensil tersebut satu persatu supaya efektif.  Dalam setahun dua tahun, saya pasti nggak perlu beli pensil lagi! Detik ini, saya lagi pakai pensil yang ada hiasan kucingnya.  
Iya, itu pensil yang tak sengaja kebawa dari Ikea kemarin. Entah siapa yang bawa, 
dan entah kenapa mendarat di meja saya. 


Dan beberapa harta karun hasil berburu dan penantian yang indah.  Pertama, tas bentuk kuda tanduk alias unicorn.  Nggak muat banyak, tetapi asyik buat diajak jalan-jalan santai yang nggak perlu bawa dompet lengkap dan buku atau apa.  Cukup ponsel dan kantong kecil serta beberapa lembar uang tunai.

 Di bawah, blus vintage yang saya beli di Ancienne Vintage
A favourite! 
Nah itu, kerahnya yang memancing saya ingin adopsi baju ini. Hihihi. Warnanya juga manis. 



Kalau kalian, punya susuh apa yang mau dirapikan atau ditata supaya rapi dan nggak puyeng sama tumpukan? Atau mau disumbangkan? Metode kalian beres-beres rumah gimana, dan apa pendorongnya? :) 


Komentar

  1. Kalau beres-beres pasti lamaaaaa banget, soalnya pasti nemu barang-barang yang ternyata masih ada padahal dikira udah abis atau ilang. Belom lagi kalau udah rapi suka lupa dimana naro barang yang sebelumnya berantakan. Haha. duh kebiasaan berantakan begini nih :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahaha, bener. Aku gak gitu berantakan, tapi suka random ngacak gitu naruh barangnya. Kalau cari apa-apa lupa melulu kemarin nyasar ke mana barangnya. XD

      Hapus

Posting Komentar